" HUKUM MENDEL "
DOSEN PENGAMPU: dr. PAUL KALALO
DISUSUN OLEH
CHRISTIANA A. RIWU
20130401024
AKADEMI
KEBIDANAN YALEKA MARO MERAUKE
MERAUKE
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hukum pewarisan Mendel adalah hukum
mengenai pewarisan sifat pada organisme yang dijabarkan oleh Gregor Johann
Mendel ( 1822- 1884) dalam karyanya “ Percobaan mengenai Persilangan Tanaman”.
Hukum ini terdiri dari dua bagian: Hukum pemisahan (segregation) dari Mendel,
juga dikenal sebagai Hukum Pertama Mendel, dan Hukum berpasangan secara bebas
(independent assortment) dari Mendel, juga dikenal sebagai Hukum Kedua Mendel.
Hukum pewarisan Mendel adalah hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme,
yang kita kenal dengan hukum segregasi dan hukum asortasi bebas, yang telah di
jabarkan oleh Gregor Johann Mendel . Mendel mengatakan bahwa pada pembentukan
gamet (sel kelamin), kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan
memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya sebagaimana
bunyi hukum mendel I, dan bunyi hukum mendel II, menyatakan bahwa bila dua
individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang
sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain.
1.2 Rumusan
Masalah
a. Apa Latar Belakang Teori Mendel?
b. Apa Bunyi Hukum Mendel I?
c. Apa Bunyi Hukum Mendel Ii?
d. Apa Teori Pewarisan Sifat?
e. Bagaimana Pola Hereditas Pada Manusia?
1.3 Tujuan
Adapun
tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui:
a. Latar Belakang Teori Mendel.
b. Bunyi Hukum Mendel I.
c. Bunyi Hukum Mendel II.
d. Teori Pewarisan Sifat.
e. Pola Hereditas Pada Manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Latar Belakang Teori Mendel
Genetika
adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya.
Gregor Johann mendel (1822-1884), seorang biarawan disebuah biara di Brunn,
Austria menyilangkan kacang ercis (Pisum sativum), kemudian hasil persilangan
ditanam dan di amati, mendel melakukannya selama 12 tahun. Alasan Mendel
memilih kacang ercis sebagai bahan percobaan adalah :
a. Memiliki
pasangan sifat beda yang mencolok.
b. Melakukan
penyerbukan sendiri.
c. Mudah
dilakukan penyerbukan silang.
d. Waktu
yang diperlukan untuk menghasilkan keturunan cepat.
e. Mempunyai
keturunan banyak.
Langkah
awal sebelum dilakukan perhitungan terhadap pengamatannya adalah menentukan
galur murni jenis tanaman yang dijadikan percobaan. Tanaman galur murni adalah
tanaman yang apabila dilakukan penyerbukan sendiri akan menghasilkan keturunan
yang semuanya mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Dalam percobaannya
Mendel melakukan perkawinan silang dengan menyerbukkan sendiri antara dua
varietas ercis yang berbeda sebagai induk-induknya. Turunan hasil perkawinan
silang ini disebut hybrid, sedangkan prosesnya hibridisasi. Dari hasil
percobaan yang diperolehnya, Mendel menyusun beberapa hipotesis, yaitu:
a. Setiap
sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang factor keturunan, satu dari
induk jantan dan satu induk betina.
b. Setiap
pasang factor keturunan menunjukkan bentuk alternative sesamanya, misalnya
tinggi atau rendah, bulat atau keriput, kuning atau hijau. Kedua bentuk
alternative ini disebut alel.
c. Bila
pasangan factor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman, factor dominasi akan
menutup factor resesif.
d. Pada
waktu pembentukan gamet, pasangan factor atau masing-masing alel akan memisah
secara bebas.
e. Individu
murni mempunyai alel sama, yaitu dominan saja atau resesif saja.
2.2 Bunyi Hukum Mendel I
Hukum Mendel I dikenal juga dengan Hukum
Segregasi menyatakan “ pada pembentukan
gamet kedua gen yang merupakan pasangan akan dipisahkan dalam dua sel anak’.
Hukum ini berlaku untuk persilangan monohibrid (persilangan dengan satu sifat
beda). Secara garis besar, hukum ini mencakup tiga pokok yaitu:
a.
Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter
turunannya. Ini adalah konsep mengenai dua macam alel; alel resesif (tidak
selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya w ), dan alel
dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya R)
b.
Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari tetua jantan (misalnya w dan
satu dari tetua betina (misalnya RR ).
c.
Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda, ( Rw dan rW ) alel
dominan ( R dan W ) akan selalu terekspresikan
(nampak secara visual dari luar). Alel resesif yang ( r dan w ) tidak selalu terekspresikan, tetap akan
diwariskan pada gamet yang dibentuk pada turunannya
dalam
percobaannya mendel melakukan persilangan monohybrid. Mendel melakukan
persilangan tanaman ercis berbiji bulat dengan tanaman ercis berbiji keriput.
Semua keturunan F1-nya berupa tanaman ercis berbiji bulat. Selanjutnya
di silangakan dengan sesamanya dengan
menghasilkan keturunan
. Perbandingan fenotip
= 3 berbiji bulat : 1
berbiji keriput.
P
(parental gamet) = BB (biji bulat) >< bb (biji keriput)
b b
|
|
B
|
b
|
|
B
|
BB
(
bulat)
|
Bb
(bulat)
|
|
b
|
Bb
(
bulat )
|
Bb
(
keriput )
|
Perbandingan
genotip
= BB :
Bb : bb
=
1 : 2 : 1
Perbandingan
genotip
=
Biji bulat : Biji keriput
= 3 : 1
2.3
Bunyi Hukum Mendel II
dikenal
dengan Hukum Independent Assortment, menyatakan: ‘bila dua individu berbeda
satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka diturunkannya
sifat yang sepasang itu tidak bergantung pada sifat pasangan lainnya’. Hukum
ini berlaku untuk persilangan dihibrid (dua sifat beda) atau lebih.
Contoh:
disilangkan ercis berbiji bulat warna kuning (dominan) dengan ercis berbiji
kisut warna hijau (resesif).
Hereditas
atau biasa di kenal dengan pewarisan sifat merupakan suatu pewarisan sifat dari
induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh kromosom dan
gen. Teori-teori tentang pewarisan sifat adalah sebagai berikut :
a. Teori
Embryo Teori ini dikemukanan oleh William Harvey, 1578-1657 yang menyatakan,
bahwa semua hewan berasal dari telur. Pernyataan ini diperkuat oleh Reiner de
Graaf (1641-1673) peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel sperma dengan
sel telur yang akan membentuk embrio. Reiner de Graaf menyatakan bahwa ovarium
pada burung sama dengan ovarium pada kelinci.
b. Teori
Preformasi Teori ini dikemukakan oleh Jan Swammerdan, 1637-1689 yang menyatakan
bahwa telur mengandung semua generasi yang akan dating sebagai miniature yang telah
terbentuk sebelumnnya.
c. Teori
Epigenesis Embriologi Teori ini dikemukakan oleh C.F. Wolf, 1738-1794, yang
menyatakan bahwa ada kekuatan vital dalam benih organiseme dengan kekuatan ini
menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan sebelumnya.
d. Teori
Plasma Nutfah Teori ini dikemukakan oleh J. B. Lamarck, 1744-1829 yang
menyatakan bahwa sifat yang terjadi karena rangsangan dari luar (lingkungan)
terhadap struktur fungsi organ yang diturunkan pada generasi berikutnya.
e. Teori
Pengenesis Teori ini dikemukakan oleh C. R. Darwin, yang menyatakan bahwa
setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih kecil yang disebut gemuia.
f. Teori
Telegani Teori ini dikemukakan oleh Ernest Haeckel, menyatakan bahwa
spermatozoa sebagian besar tersusun atas inti dan inti bertanggung jawab
sebagai penurunan sifat.
2.5
Pola Hereditas Pada Manusia
Beberapa
sifat orang tua yang diturunkan kepada anaknya antara lain sifat fisik,
kelainan atau penyakit, dan golongan darah.
Hereditas
di pengaruhi oleh gen, gen pertama kali di kenalkan oleh Thomas Hunt Morgan,
ahli genetika dan embriologi, amerika serikat (1911), mengatakan bahwa
substantsi hereditas yang dinamakan gen terdapat dalam lokus, di dalam
kromosom. Menurut W. johansen, gen merupakan unit terkecil dari suatu makhluk hidup yang mengandung substansi
hereditas, terdapat di dalam lokus gen. Gen terdiri dari protein dan asam
nukleat ( DNA dan RNA) berukuran antara 4-8 m micron).
a. Sifat-sifat
Gen
1. Mengandung
informasi genetic
2. Tiap
gen mempunyai tugas dan fungsi berbeda.
3. Pada
waktu pembelahan mitosis dan meosis dapat mengadakan duplikasi.
4. Ditentukan
oleh sususnan kombinasi basa nitrogen.
b. Fungsi
gen
Fungsi gen antara lain:
1.
Menyampaikan informasi kepada generasi
berikutnya.
2.
Sebagai penentu sifat yang diturunkan
3.
Mengatur perkembangan dan metabolisme.
c. Simbol-simbol
gen
1. Gen
dominan, yaitu gen yang menutupi ekspresi gen lain, sehingga sifat yang
dibawanya terekspresikan pada turunannya (suatu individu) dan biasanya
dinyatakan dalam huruf besar, misalnya B.
2. Gen
resesif, yaitu gen yang terkalahkan (tertutup) oleh gen lain (gen dominan)
sehingga sifat yang dibawanya tidak terekspresikan pada keturunannya.
3. Gen
heterozigot, yaitu dua gen yang merupakan perpaduan dari sel sperma (A) dan sel
telur (a).
4. Gen
homozigot, dominan, yaitu dua gen dominan yang merupakan perpaduan dari sel
kelamin jantan dan sel kelamin betina, misalnya genotip AA.
5. Gen
homozigot resesif, yaitu dua gen resesif yang merupakan hasil perpaduan dua sel
kelamin, misalnya aa.
6. Kromosom
homolog, yaitu kromosom yang berasal dari induk betina berbentuk serupa dengan
kromosom yang berasal dari induk jantan.
7. Fenotip,
yaitu sifat-sifat keturunan pada F1, F2, dan F3 yang dapat dilihat, seperti
tinggi rendah, warna dan bentuk,
8. Genotip
yaitu sifat-sifat keturunan yang tidak dapat dilihat misalnya, AA, Aa, dan aa.